Bertepatan dengan suasana Idhul Adha, ilmu ikhlas sangat melekat dengan momen ini. Ikhlas: sederhana mengucapkannya tapi sulit untuk menjalaninya. Merefleksikan diri dari teladan kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS, bahwa setiap yang kita miliki sejatinya bukan (benar-benar) menjadi milik kita. Bahkan termasuk diri kita sendiri. Berkaca dari kisah terdahulu, sejatinya setiap kita adalah Ibrahim, dan setiap Ibrahim punya Ismail. Ismail bisa jadi itu harta mu, bisa jadi keluarga mu, bisa jadi pula hal-hal yang kamu perjuangkan mati - mati an.
Dia sejatinya tidak memerintahkan menyembelih Ismail, tetapi menyembelih "rasa kepemilikannya" terhadap Ismail. Begitupun teladan kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Ilmu ikhlas membawa banyak hal-hal baik yang tidak diduga-duga.
Teladan yang mudah untuk diceritakan, tetapi sulit dilakukan. Tetapi sebagai manusia yang terus belajar semoga semua kita dimampukan untuk mewarisi hal-hal baik itu. Meskipun perlu waktu seumur hidup untuk belajar, tetapi semoga rasa lelah nya menyenangkan sekali. Hingga kita lupa adanya rasa sakit, tapi terus bertambah rasa syukurnya. Karena jika rasa cinta terhadap Tuhanmu begitu besar, dunia yang kecil ini tidak terasa apa-apa.
Selamat Hari Raya Idhul Adha 🐏🐪
Komentar
Posting Komentar